Dream

Posted: 5 September 2010 in Uncategorized

Can we pretend that airplanes in the night sky are like shooting star?
I can really use a wish right now wish right now wish right now…
-B.o.B ft. Eminem ft. Hayley Williams, Airplanes-

Pukul 07.00 pagi, lagu itu terus terngiang-ngiang di dalam kepala tepat saat aku melihat sebuah pesawat terbang melintasi jalan tol yang ramai di hari Kamis. Aku duduk di dalam bis ber-AC yang memutar lagu-lagu lawas yang mendayu-dayu dengan penyanyi perempuan yang suaranya melengking. Tetapi tetap saja Airplanes lah yang aku senandungkan sampai pesawat itu menghilang dari pandangan.

Aku selalu bermimpi dan berharap aku bisa naik pesawat. Mimpi yang konyol memang, tapi jujur saja aku sampai detik ini pun belum pernah yang namanya naik pesawat. Di keluargaku, naik pesawat itu rasanya masih sesuatu yang istimewa karena harga tiketnya yang mahal.

Aku masih ingat ketika aku masih di Sekolah Dasar, aku pernah bertanya kepada ayahku apakah ia pernah naik pesawat? Dia jawab ya, pernah. Dia ke Batam, bekerja disana.

“Pernah ke luar negeri?”

“Ya, ayah pernah ke Belanda.”

“Naik pesawat?”

“Tentu.”

Ayahku bekerja di kantor seorang Belanda. Saat pulang kerja, ia sering membawakan souvenir Belanda seperti pajangan dengan gambar kincir angina dengan tulisan Holland atau hiasan sepatu biru khas Belanda dengan pita berwarna merah putih biru. Itulah warna bendera Negara luar yang kuhafal pertama kali. Mulai saat itu aku ingin ke Belanda, naik pesawat.

Sekarang aku masih bermimpi bisa naik pesawat. Pergi ke Jepang, mengikuti Cheerleading Competition tingkat Asia. Itu targetku yang pertama. Pergi ke Negara lain, naik pesawat, untuk sesuatu yang aku senangi.

Pesawat itu sudah hilang dari pandangan. Airplanes sayup-sayup tidak terdengar lagi dikepalaku. Tiba-tiba Airplanes bercampur dengan refrain Keong Racun. Bayangan Jepang dan pesawat itu berputar menghilang digantikan dengan kenyataan bahwa aku masih di kursi bis AC di tengah jalan tol yang ramai.

Can we pretend that airplanes in the night sky are like shooting star?
Sori sori sori jek jangan remehkan aku, sori sori bang ku bukan cewek murahaannn…

Jerawat

Posted: 5 September 2010 in Uncategorized

Aku jalan melompat-lompat dari dapur hingga ruang TV dan melakukan double split tepat di depan kipas angin besar yang dengan segera membuat keringatku menguap. Ayahku yang sejak tadi berada di ruang TV, memandangku seakan aku sudah biasa melakukan hal seperti itu. Tapi ternyata dia menatap wajahku dan berkata

“Kau sebaiknya olahraga. Agar tidak jerawatan.”

Aku melonjak dan segera berlari ke kamar dan berhenti di depan cermin besar. Aku melihat pantulannya.

“Ya ampun. Siapa gadis pendek jelek berjerawat yang berdiri tepat di hadapanku?!!!”

Aku bagaikan kurcaci buruk rupa. Ada 3 bulatan merah besar menghiasi wajahku. Satu di dahi, satu di hidung, dan satu lagi di pipi sebelah kiri.

“Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya?”

Segera aku menghampiri ayahku lagi.

“Apa hubungannya antara olahraga dan berjerawat?”

“Hm. Kalau kau berolahraga, pori-pori mu membesar, kotoran di wajah juga akan keluar bersama keringat.”

Begitu kata ayahku. Aku diam saja karena aku juga tidak tahu jawabannya, Lalu aku melakukan push up 20x. Aku toh memang senang berolahraga. Hanya saja selama liburan 4 bulan ini aku memang tidak olahraga lagi, rasa malas menjalar ke seluruh tubuh. Huh.

Yang membuatku heran adalah, kenapa ayahku begitu peduli soal jerawatku? Bukankah berjerawat adalah hal biasa untuk remaja seusiaku. Aku saja tidak begitu peduli, karena biasanya lama kelamaan akan hilang sendiri. Mungkin jika ayahku adalah seorang yang kaya, dia akan segera memberiku uang untuk membeli obat jerawat atau melakukan facial di salon. Hahaha.

Sekali lagi aku berjalan ke dapur untuk menenggak segelas air putih dan kembali ke ruang TV, berlari daaaannn diakhiri dengan cartwheel yang sempurna

Remaja Melakukan Ini

Posted: 9 August 2010 in Uncategorized
Tags: ,

Jari jariku menari diatas keyboard hitam yang sela-selanya berdebu akibat jarang dibersihkan. Mataku memandang ke monitor yang cahaya nya bisa merusak mata jika terlalu lama dipandang. Sudah 4 jam aku duduk di depan komputer. Liburan panjang ini aku habiskan di depan komputer kesayangan sepanjang hari. Tak peduli dengan mata yang mulai perih dan jari yang kelelahan menari di atas keyboard dan melompat-lompat di atas mouse. Karena aku benar-benar tak tau lagi harus melakukan apa. Jangan beri aku saran untuk menonton televisi. Aku muak dengan sinetron yang bertele-tele. Aku bisa emosi sendiri melihat para pemainnya yang entah kenapa bisa terlihat amat sangat bodoh. Arrggghh.

Kalian ingin tahu apa saja yang aku lakukan di depan computer?

1. Facebook

2. Twitter

3. Plurk

4. Youtube

5. Google

6. 4shared

7. IndexofMp3

Aku terus berputar-putar di situs-situs tersebut. Berbincang-bincang yang tak jelas arahnya. Mendownload lagu-lagu baru. Melihat video-video aneh di Youtube. Mencari sesuatu yang menarik di Google. Entah mengapa dunia maya itu seakan tidak ada ujungnya.

Tiba-tiba aku teringat dengan blog ini. Dan aku merasa aku harus mengisinya. Apapun itu, aku harus memposting sesuatu di dalamnya. Oke, jadi kali ini aku akan memposting sesuatu FOR TEENS.

Jadi aku sedang membuka Twitter dan melihat tweet yang cocok untuk para teenagers. Tweet aslinya menggunakan bahasa Inggris aku mencoba untuk mentranslatenya ke bahasa Indonesia. Maaf jika hasilnya kurang bagus. Untuk melihat versi asli, silakan follow @TeensDoThiss

REMAJA MELAKUKAN INI

“Ma, aku nggak macem-macem, beneran. Bisa nggak jangan berdiri dibelakang aku pas aku lagi di depan computer. Ngeri tau” Read the rest of this entry »

Love

Posted: 2 August 2010 in Uncategorized
Tags: ,
heart

heart

Hm. Aku tak tau kenapa aku tiba-tiba berhasrat untuk menulis ini. Aku tiba-tiba terbangun dari tidur singkat dan tiba-tiba rangkaian kata-kata ini terbentuk di otakku. Aku tak tahan membiarkan rangkaian kata dan bahasa ini berputar-putar di kepala. Dan tema yang aku dapat dari efek tidur singkat ini adalah kisah cinta. Oh yaaa, menyebalkan sekali mendengarkan kisah cinta. Aku hampir muak malah. Oke, aku tidak memaksa kalian untuk membacanya. Aku hanya ingin memuntahkan kata-kata yang sedang terperangkap di dalam tempurung kepala ini saja. Toh, aku telah memberikan peringatan kan?

Kisah cintaku tidak seromantis kisah cinta Edward Cullen dengan Isabella Swan tapi juga tidak setragis kisah cinta Romeo terhadap Juliet yang berujung kematian. Kisah ini cenderung rumit dan membosankan.

Ada kenalanku bilang,“kekasih pertamamu belum tentu cinta pertamamu”. Aku, sepenuhnya setuju dengan pernyataan tersebut. Tak perlu aku bercerita panjang lebar siapa kekasih pertamaku, karena selama 17 tahun aku menjejakkan kaki di bumi ini, aku belum menemukan kekasih pertamaku. Tetapi itu tidaklah masalah untukku, walaupun terkadang rasa sepi itu ada. Bukan sepi karena aku tidak memiliki ‘pasangan sementara’ seperti yang dilakukan remaja-remaja lainnya, tetapi rasa sepi karena di tinggal teman-temanku bercengkerama dengan kekasihnya, pujaan hatinya. Oh, jangan tanya kenapa. Silahkan anggap aku kurang pergaulan, anti sosial, kuno, tidak laku, dan sebagainya, itu bukan masalah. Yang harus kalian tahu, aku adalah pemuja kesempurnaan.

Read the rest of this entry »

Justin Bieber

Posted: 2 August 2010 in Uncategorized
Justin Bieber

Justin Bieber

Aku terduduk diam. Kaki dan tanganku dingin diterpa kipas angin besar. Tapi aku tetap duduk dan sama sekali tidak mengalihkan pandanganku dari layar persegi empat 14 inch. Aku terbius oleh sesosok idola remaja masa kini. Seorang lelaki dengan gigi kelinci yang agak besar, berambut pirang lebat dengan poni menutup dahi, ber-kulit putih dengan tinggi tak kurang dari 165cm. Dia seorang penyanyi berusia 16 tahun yang menjadi idola jutaan remaja putri di seluruh dunia. Justin Bieber.

Diary of Justin Bieber.

Pada awalnya aku sama sekali tidak tertarik dengan penyanyi yang masih bocah ini. Pertama kali aku mengunduh lagunya, atas saran teman-teman, kukira lagunya benar-benar bagus. Tapi saat Media Player di komputer ku mulai memutarkan musik nya, yang pertama kali muncul di benakku adalah:

“Ya Tuhan, dia ini laki-laki atau perempuan? Ini menjijikkan.”

Aku bertahan mendengarkan lagu “Baby” sampai habis dan aku tetap tidak berubah pikiran. Justin Bieber hanyalah penyanyi bocah yang suaranya seperti tikus terjepit pintu. Aku memutuskan untuk masuk grup Pembenci Bieber. Bisa-bisanya mereka semua mengidolakan penyanyi macam ini.

Di saat facebooker dan plurker membicarakannya sepanjang hari, komentarku hanya satu:

“Apa bagusnya sih, penyanyi dengan gigi besar seperti itu?”

Tapi kebencianku ternyata tidak bertahan lama. Adikku ternyata Pecinta Bieber. Dia memiliki semua lagu Justin Bieber di daftar Mp3-nya. Dia memutar lagu-lagunya setiap hari, mencari liriknya di internet, dan menyanyikannya sepanjang hari. Rasanya? MEMUAKKAN.

2 bulan berselang. Seorang plurker membuat thread yang berbunyi:

“Listening to Justin Bieber ft. Sean Kingston-Eenie Meenie”

Aku penasaran dengan judulnya yang tidak biasa. Aku mengunduhnya dan mencoba mendengarkannya, sambil berharap lagu ini tidak seburuk lagu yang sebelumnya kudengar. Dan ternyata aku menyukainya. Sangat menyukainya.

Mulai dari situ aku penasaran. Aku membuka dokumen adikku yang berisi lagu-lagu Justin Bieber. Playlist Media Player-ku pun bertambah. Ada Overboard, Somebody to Love, dan One Less Lonely Girl. Tak tanggung-tanggung, aku juga mencari liriknya di dokumen adikku dan menyanyikannya. Well, aku ketagihan dengan Bieber ini walau hanya lagunya. Aku masih tidak menyukai orangnya.

Dan kemudian aku melihat acara di sebuah tv swasta yang akan menayangkan kehidupan Justin Bieber selama dia di Paris. Dan seperti yang kujabarkan di atas, aku terbius pesonanya dalam seketika.

Di acara itu diperlihatkan bahwa dia hanyalah seorang lelaki berusia 15 tahun pada umumnya, yang tetap bersekolah, berolahraga, bergurau, bertengkar dengan orang tua, bercanda dengan sahabat, dan bertingkah seperti anak-anak. Yang berbeda hanyalah, dia dianugerahi suara dan tampang menawan yang amat luar biasa.

Satu quote dari Justin Bieber yang menguatkan bahwa dirinya hanyalah bocah 15 tahun kebanyakan yang sering berselisih paham dengan orang tua, yaitu:

“Even though I’m not agree with her, she’s always right”

(She, means her Mom)

Sekarang, aku Sally, dan aku sama sepertimu kawan, Beliebers :-)

Hello world!

Posted: 2 August 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post.

Yup, this is my first post. Aku akan mengisinya berkala. Tidak setiap hari tentu saja. Tapi aku tetap akan berusaha untuk memposting sesuatu disini. Trims bagi yang berkunjung. *tentu saja aku tidak berharap banyak* :-)