Can we pretend that airplanes in the night sky are like shooting star?
I can really use a wish right now wish right now wish right now…
-B.o.B ft. Eminem ft. Hayley Williams, Airplanes-
Pukul 07.00 pagi, lagu itu terus terngiang-ngiang di dalam kepala tepat saat aku melihat sebuah pesawat terbang melintasi jalan tol yang ramai di hari Kamis. Aku duduk di dalam bis ber-AC yang memutar lagu-lagu lawas yang mendayu-dayu dengan penyanyi perempuan yang suaranya melengking. Tetapi tetap saja Airplanes lah yang aku senandungkan sampai pesawat itu menghilang dari pandangan.
Aku selalu bermimpi dan berharap aku bisa naik pesawat. Mimpi yang konyol memang, tapi jujur saja aku sampai detik ini pun belum pernah yang namanya naik pesawat. Di keluargaku, naik pesawat itu rasanya masih sesuatu yang istimewa karena harga tiketnya yang mahal.
Aku masih ingat ketika aku masih di Sekolah Dasar, aku pernah bertanya kepada ayahku apakah ia pernah naik pesawat? Dia jawab ya, pernah. Dia ke Batam, bekerja disana.
“Pernah ke luar negeri?”
“Ya, ayah pernah ke Belanda.”
“Naik pesawat?”
“Tentu.”
Ayahku bekerja di kantor seorang Belanda. Saat pulang kerja, ia sering membawakan souvenir Belanda seperti pajangan dengan gambar kincir angina dengan tulisan Holland atau hiasan sepatu biru khas Belanda dengan pita berwarna merah putih biru. Itulah warna bendera Negara luar yang kuhafal pertama kali. Mulai saat itu aku ingin ke Belanda, naik pesawat.
Sekarang aku masih bermimpi bisa naik pesawat. Pergi ke Jepang, mengikuti Cheerleading Competition tingkat Asia. Itu targetku yang pertama. Pergi ke Negara lain, naik pesawat, untuk sesuatu yang aku senangi.
Pesawat itu sudah hilang dari pandangan. Airplanes sayup-sayup tidak terdengar lagi dikepalaku. Tiba-tiba Airplanes bercampur dengan refrain Keong Racun. Bayangan Jepang dan pesawat itu berputar menghilang digantikan dengan kenyataan bahwa aku masih di kursi bis AC di tengah jalan tol yang ramai.
Can we pretend that airplanes in the night sky are like shooting star?
Sori sori sori jek jangan remehkan aku, sori sori bang ku bukan cewek murahaannn…


